Cara Mempercepat Kinerja Android Setelah Root


Rooting ponsel Android Anda memungkinkan Anda untuk sepenuhnya mengontrol sistem Android Anda. Saat Anda melakukan root pada ponsel Android, Anda dapat bertindak sebagai administrator di dalamnya.

Namun, terkadang, ponsel Android melambat setiap kali di-root. Beberapa orang mungkin ingin membuat Android berjalan lebih cepat setelah rooting.

Baca juga; Cara Flash Untuk Mengembalikan No imei Android Yang Tidak Valid

Cara Mempercepat Kinerja Android Setelah Root

Cara Teratas untuk Mempercepat Android yang Di-Root

Untuk meningkatkan kinerja Android yang di-root, berikut adalah panduan terperinci tentang cara mempercepat Android yang di-rooting.

1. Manfaatkan ROM Custon

Cara lain untuk memutakhirkan Android yang di-rooting adalah dengan menggunakan ROM khusus, bukan hanya ROM stok yang disediakan oleh pabrikan ponsel. Memungkinkan Anda untuk memilih ROM yang lebih tinggi, meskipun ada banyak aplikasi dan file di ponsel Android, itu dapat berjalan lebih cepat.

2. Gunakan Greenify untuk Menghemat Masa Pakai Baterai

Greenify adalah aplikasi yang sangat efektif yang dapat memperpanjang masa pakai baterai Android. Fungsi dasar dari aplikasi ini adalah untuk hibernasi aplikasi latar belakang Anda.

Anda juga dapat memilih untuk menghibernasi aplikasi Anda dan membiarkan aplikasi lain seperti Facebook dan Whatsapp berjalan normal.

  • Berbeda dengan fitur “freeze” di “TitaniumBackup Pro” yang menonaktifkan aplikasi, Anda tetap dapat menggunakan aplikasi Anda seperti biasa dan berbagi konten dengannya. Tidak perlu dibekukan dan dibekukan.
  • Anda dapat memilih untuk menonaktifkan aplikasi saat layar mati.
  • Berbeda dengan “XXX Mission Killer”, perangkat Anda tidak akan pernah terjebak dalam permainan pembunuhan kucing dan tikus yang terselubung dan agresif.

3. Gunakan Aplikasi Titanium Backup Root

Titanium Backup cocok untuk mereka yang sering melakukan flash di ponselnya. Ini adalah aplikasi terbaik untuk backup data aplikasi. Ini menyediakan beberapa opsi pencadangan, seperti mencadangkan data tertentu dan aplikasi tertentu.

Tidak hanya itu, Anda juga dapat membekukan aplikasi dan mengubahnya menjadi aplikasi pengguna dan lainnya. Ini adalah aplikasi yang bagus, saya sarankan Anda mencobanya.

  • Cadangkan aplikasi tanpa menutupnya.
  • Buat update.zip yang berisi aplikasi+data.
  • Pulihkan satu aplikasi + data dari cadangan ADB non-root.
  • Pulihkan aplikasi individual + data dari cadangan CWM dan TWRP.

4. Copot Aplikasi Wajib dan Tidak Diinginkan (Gunakan ApowerManager)

Untuk membuat ponsel Anda berjalan lebih cepat, Anda perlu menghapus aplikasi yang diperlukan dan tidak perlu. Ini membebaskan ruang pada perangkat, yang membantu mempercepat pekerjaan.

Anda sebenarnya dapat menggunakan ApowerManager untuk menghapus aplikasi yang tidak diinginkan ini. Ini adalah aplikasi desktop yang dapat membantu Anda mengelola file Anda.

Anda dapat menggunakannya untuk mengimpor, mengekspor, dan menghapus file. Selain itu, Anda juga dapat menginstal dan menghapus aplikasi. Berikut ini cara uninstall aplikasi yang menggunakannya.

  • Unduh aplikasi di ponsel dan PC Anda, lalu luncurkan
  • Hubungkan telepon ke PC melalui kabel data USB. Perhatikan bahwa Anda juga dapat terhubung melalui WiFi. Pastikan saja kedua perangkat terhubung ke jaringan WiFi yang sama.
  • Setelah terhubung, buka “Kelola”> “Aplikasi” untuk memeriksa aplikasi yang tidak diinginkan, dan klik “Copot”.
  • Konfirmasi di ponsel Android Anda. Anda akan melihat bahwa Anda telah mempercepat ponsel Android Anda.

Kesimpulannya

Ini merangkum cara terbaik untuk mempercepat ponsel yang di-rooting. Semua cara yang diberikan di atas sangat bermanfaat dan tentunya bisa membuat hp android anda menjadi lebih cepat.

Namun, ketika Anda hanya ingin menghapus aplikasi dan file lain yang tidak perlu, ApowerManager adalah pilihan terbaik Anda. Dengan cara ini, Anda dapat mengosongkan ruang dan pasti akan membuat ponsel Android Anda berjalan lebih cepat.