April pun berlanjut


Melanjutkan kisah di bulan April yang sempat berhenti sekitar empat tahun yang lalu.
Saya mengira empat tahun akan ada cerita yang berbeda pada saya.
Tapi apalah, masih saja kisah lama yang tidak pernah membaik.
Malah timbul kisah yang membuat hati yang terlanjur rapuh semakin terusik.

 

April tiga tahun lalu, tahun dua ribu enam belas.
Saya melewati april tahun itu dengan membagi kisah seorang diri.
Sendirian.
Bulan penuh usaha untuk terlepas dari universitas.
Tanpa kisah sedih darimu, tanpa cerita bahagia darimu, tanpa kabar darimu.
Tapi syukurlah, masih ada teman untuk bercakap, tanpa ada rasa, sebab hati masih saja tidak siap untuk berbagi rasa.

 

April dua tahun lalu, bulan dimana saya bisa bertemu denganmu.
Tanpa sengaja saya bisa menyusul ke kota mu pergi.
Sempat sekali bertemu membuat saya tahu diri. Kamu masih seperti yang dulu.
Baik.
Tapi sudahlah, saya tidak bisa membuat jarak lebih dekat lagi.

 

April satu tahun lalu, entah karma mana yang membuat saya terhempas ke sana.
Selama empat bulan berada dalam jarak seribu tiga ratus sembilan belas kilo meter terpaut denganmu.
Pertama kali merasa sangat jauh denganmu.
Rasa mengganggu setiap hari ingin selalu menghubungimu.
Tapi baiklah, sekali saja saya menelfonmu, enam puluh menit. Maaf, saya terlalu bahagia hingga melupakan waktu pagi itu.

 

April tahun ini. April bulan sekarang ini. Kisah ini ternyata sudah bertahun-tahun berlalu.
Saya rasa kita sudah berbaikan.
Jarak secara geografis kita pun juga sudah semakin dekat, hanya seratus enam puluh sembilan kilometer.
Alhamdulillah, saya berterimakasih boleh sering menghubungimu.
Pernah saya jatuh, pernah saya rapuh, saya lalu menghubungimu.
Tapi entahlah, disaat kita sudah berbaikan, seorang teman yang saya anggap dekat malah makin membuat jarak. Memang salah saya, maaf teman. Kini sudah lewat empat bulan, dan hubungan kami masih tidak baik-baik saja. Tidak apa.

 

April tahun depan.
Dan kamu sudah memilih tanggal di bulan April untuk tahap pernikahan.
April. Bulan dimana kita bertemu, bulan dimana saya juga akan berbahagia untukmu.

🙂